Materi 2 dari 5

Klasifikasi Gawat Darurat

Prosedur Penanggulangan Keadaan Darurat 1 menit baca

Kondisi gawat darurat dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu:

1. Melibatkan Langsung Pesawat Udara

  • Kecelakaan atau kebakaran pesawat udara di dalam kawasan (perimeter) bandar udara. 
  • Kecelakaan atau kebakaran pesawat udara di luar kawasan bandar udara (sampai dengan radius 8 km dari pusat bandara atau aerodrome reference point). 
  • Kecelakaan pesawat udara di area perairan seperti laut, danau, sungai, dan rawa. 
  • Gawat Darurat Penuh (Full Emergency): Kondisi di mana sebuah pesawat dilaporkan mengalami kerusakan dan diperkirakan akan mengalami kecelakaan saat melakukan pendaratan darurat. 
  • Siaga di Tempat (Local Standby): Kondisi ketika sebuah pesawat mengalami gangguan di udara dan sedang menuju bandara, namun gangguan tersebut tidak dikhawatirkan berakibat fatal saat pendaratan. 

2. Tidak Melibatkan Langsung Pesawat Udara

  • Tindakan melawan hukum, seperti ancaman sabotase, pembajakan, atau ancaman bom yang menargetkan pesawat atau gedung fasilitas bandara. 
  • Kebakaran pada gedung, fasilitas, atau peralatan di dalam kawasan bandara yang memengaruhi operasi penerbangan. 
  • Siaga cuaca, yaitu kondisi badai dahsyat yang mengancam keselamatan operasi penerbangan, manusia, dan fasilitas bandara. 
  • Bencana alam (banjir, gempa bumi, angin topan) yang melumpuhkan operasi normal bandara. 
  • Insiden yang disebabkan oleh barang berbahaya (Dangerous Goods) baik saat pesawat terbang maupun saat proses bongkar muat.