Umum

Apa Itu Sertifikat Kompetensi ARFF? Syarat Mutlak Menjadi Pemadam Kebakaran Bandara

Ingin tahu cara menjadi petugas ARFF? Ternyata setiap personel wajib memiliki Sertifikat Kompetensi Personel (SKP) dari Kemenhub. Artikel ini membahas apa itu SKP ARFF sesuai PM 37 Tahun 2021, mengapa sertifikat ini menjadi syarat mutlak, dan beratnya proses pelatihan (Diklat) yang harus dilalui.

Oleh Ruang ARFF 24 September 2026 3 menit baca 3 views
Apa Itu Sertifikat Kompetensi ARFF? Syarat Mutlak Menjadi Pemadam Kebakaran Bandara

Banyak orang yang bercita cita bekerja di bandara melihat personel pemadam kebakaran (ARFF atau PKP PK) yang gagah mengendarai truk pemadam raksasa, lalu berpikir: "Apakah saya bisa melamar pekerjaan ini hanya dengan ijazah sekolah atau pengalaman pemadam kota biasa?"

Jawabannya: Tidak bisa.

Tidak sembarang orang diizinkan turun ke landasan pacu dan mengoperasikan peralatan darurat bernilai miliaran rupiah. Untuk bisa menjadi seorang petugas ARFF, seseorang wajib menempuh pendidikan khusus dan memiliki dokumen legal yang disebut Sertifikat Kompetensi Personel (SKP).

Mari kita bahas apa sebenarnya sertifikat ini dan mengapa ia menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Dari "Lisensi" Menjadi "Sertifikat Kompetensi"

Berdasarkan regulasi terbaru dari Kementerian Perhubungan (khususnya PM 37 Tahun 2021 tentang Personel Bandar Udara), sebutan untuk dokumen resmi ini telah berubah dari yang sebelumnya dikenal luas sebagai "Lisensi", kini menjadi "Sertifikat Kompetensi".

Sertifikat ini dikeluarkan secara resmi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Ini bukanlah sekadar tanda lulus pelatihan, melainkan dokumen legal negara yang menyatakan bahwa orang tersebut telah diakui keahlian, kesehatan fisik, dan mentalnya. Tanpa sertifikat ini, seseorang dilarang keras melakukan tugas pemadaman dan penyelamatan di area operasional darat bandar udara mana pun di Indonesia.

Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikat Ini?

Calon personel harus mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) khusus yang dimulai dari tingkat dasar, yaitu Diklat Basic PKP PK. Selama pendidikan, para peserta ditempa secara fisik dan dituntut menguasai materi taktis, seperti:

  • Anatomi Pesawat Udara: Mengetahui letak pintu darurat, jalur evakuasi, hingga posisi tangki bahan bakar.
  • Teknik Pemadaman Khusus: Mempelajari cara memadamkan api avtur menggunakan bahan kimia Foam (busa).
  • Pengoperasian Kendaraan Berat: Latihan mengemudikan Foam Tender (truk pemadam bandara berukuran raksasa) sambil menyemprotkan air berskala besar.
  • Prosedur Rescue: Taktik menembus api untuk mengevakuasi korban dari kabin pesawat.

Dokumennya Berlaku Seumur Hidup, Tapi Kewenangannya Bisa Hangus!

Inilah fakta paling menarik dari aturan baru PM 37 Tahun 2021. Secara administratif, wujud fisik Sertifikat Kompetensi ARFF kini berlaku seumur hidup. Tidak ada lagi tanggal kedaluwarsa tetap seperti sistem lisensi lama.

Namun, tunggu dulu! Meskipun sertifikatnya berlaku seumur hidup, kewenangan (validitas) seorang personel ARFF untuk bisa bertugas di lapangan sangat ketat dan memiliki batas waktu. Sertifikat tersebut hanya dianggap sah untuk bertugas jika personel memenuhi tiga syarat utama:

  1. Aktif Menjalankan Tugas: Personel harus terus aktif melaksanakan tugas pelayanan atau pemeliharaan teknis kendaraan operasional ARFF.
  2. Tidak Boleh Vakum Lebih dari 1 Tahun: Jika seorang personel ARFF tidak melaksanakan tugas (non aktif) selama lebih dari 12 bulan secara berturut turut, maka kewenangan dari sertifikat kompetensi tersebut otomatis dinyatakan tidak berlaku.
  3. Wajib Pelatihan Penyegaran (Recurrent Training): Personel wajib mengikuti pelatihan penyegaran berkala secara rutin untuk memastikan keterampilan taktis dan fisik mereka tetap sesuai dengan standar keselamatan penerbangan yang sangat dinamis.

Jika seorang personel sempat tidak aktif melebihi batas waktu tertentu atau gagal memenuhi evaluasi berkala, mereka dilarang turun bertugas. Mereka wajib mengikuti proses penyegaran (refreshment) dan pengujian ulang terlebih dahulu sebelum diizinkan kembali menjaga keselamatan di area landasan pacu.

Kesimpulan

Melihat ketatnya aturan keaktifan dan beratnya pelatihan di atas, kita jadi tahu bahwa personel ARFF bukanlah pekerja sembarangan. Di balik seragam dan deru mesin truk pemadam mereka, terdapat jam terbang yang dijaga ketat, kedisiplinan fisik, dan dedikasi penuh untuk menjadi garda terdepan pelindung nyawa penerbangan.